Arsenal dipastikan tidak akan mengikuti langkah sang rival, Tottenham Hotspur, dalam merenovasi stadion secara besar-besaran. Skuad Meriam London resmi mengurungkan niat untuk menambah kapasitas Emirates Stadium dari 60.000 menjadi 80.000 kursi.
Keputusan ini diambil setelah manajemen klub mempertimbangkan berbagai faktor krusial, salah satunya pertimbangan teknis dari sang manajer, Mikel Arteta. Arteta enggan jika timnya harus mengungsi atau pindah kandang sementara selama satu hingga dua tahun saat proyek renovasi berjalan. Menurutnya, bermain di luar Emirates bisa merusak stabilitas tim yang saat ini sedang konsisten di papan atas.
Mikel Arteta tidak ingin fokus dan stabilitas tim terganggu hanya karena harus bermain di stadion lain selama proyek renovasi berlangsung.
Selain kekhawatiran Arteta, masalah logistik dan finansial juga menjadi pertimbangan utama. Lokasi di sekitar Emirates Stadium tergolong sangat padat. Perluasan kapasitas secara masif dipastikan berbenturan dengan regulasi lokal serta infrastruktur kawasan yang rumit. Belum lagi risiko pembengkakan biaya proyek yang bisa mengganggu kesehatan finansial klub.
Fokus Optimalkan Fasilitas yang Ada
Menurut laporan dari The Athletic, ketimbang menggelontorkan dana besar untuk menambah jumlah kursi penonton, keluarga Kroenke selaku pemilik klub memilih langkah yang lebih realistis. Arsenal bakal berfokus mengoptimalkan fasilitas Emirates Stadium demi mendongkrak pendapatan hari pertandingan (matchday revenue).
Ada empat langkah strategis yang akan dijalankan manajemen Arsenal:
1. Pembenahan Area HospitalityArsenal menggandeng Legends Global untuk meningkatkan kualitas layanan VIP. Pembenahan mencakup variasi menu makanan dan minuman lokal hingga sistem pembayaran yang lebih cepat untuk memanjakan para tamu VIP.
2. Perluasan Area Safe StandingSetelah sukses menerapkan tribun berdiri aman (safe standing) di tribun The Clock End musim ini, giliran tribun The North Bank yang akan dipasang fasilitas serupa mulai musim depan guna meningkatkan atmosfer stadion.
3. Perbaikan Jaringan DigitalKeluhan suporter terkait buruknya sinyal seluler di dalam stadion akhirnya direspons. Klub saat ini tengah membenahi infrastruktur jaringan 5G agar konektivitas internet penonton berjalan lancar selama laga berlangsung.
4. Optimalisasi Sektor RitelDengan puluhan ribu suporter yang selalu memadati stadion di setiap laga kandang, Arsenal ingin memaksimalkan penjualan merchandise resmi melalui penataan toko yang lebih baik dan variasi produk yang lebih beragam.
Lewat strategi anyar ini, manajemen Arsenal yakin tetap bisa mendongkrak pemasukan klub secara optimal tanpa perlu menanggung risiko finansial tinggi maupun mengganggu konsentrasi tim di lapangan.