Christos Tzolis mengawali kariernuha bersama Arsenal dengan catatan yang cukup beragam sejak didatangkan dari Club Brugge pada bursa transfer musim panas lalu. Sempat diragukan, pemain berharga 34 juta poundsterling ini langsung membayar tuntas lewat penampilan apik di pramusim serta menyumbang empat assist dari lima laga awal.

Meski demikian, performanya sempat mendapat sorotan ketika melakoni laga tandang. Tzolis kesulitan mengembangkan permainan saat menghadapi Aston Villa hingga harus diganti pada babak pertama, serta tampil di bawah standar kontra Brighton. Statistik dribelnya juga kurang optimal dengan catatan satu keberhasilan dari 10 percobaan di semua kompetisi.

Etos Kerja dan Profesionalisme

Terlepas dari kendala adaptasi di lapangan, etos kerja dan mentalitas Tzolis sama sekali tidak mendapat kritik. Jurnalis olahraga John Cross, lewat siniar Seeing Red, membeberkan penilaian dari sumber internal klub terhadap winger tersebut.

"Beberapa orang mengatakan kepada saya bahwa Tzolis benar-benar seperti mesin. Dia tangguh, tidak pernah absen latihan, punya kebugaran luar biasa, dan sangat bisa diandalkan," ungkap Cross.

Namun, di sisi lain, beban kerja Tzolis dinilai terlalu berat karena harus bermain di hampir setiap pertandingan akibat minimnya opsi di posisi winger kiri. Kondisi ini membuat cedera hamstring yang didapatnya saat membela Timnas Yunani menjadi pukulan tersendiri bagi Arsenal.

Idealnya, skuad asuhan Mikel Arteta memang membutuhkan tambahan winger berpengalaman pada musim panas lalu untuk rotasi pemain. Selama Tzolis menepi karena cedera, Eberechi Eze diprediksi bakal diplot untuk mengisi pos winger kiri Arsenal.