Peran Kai Havertz di skuad Arsenal saat ini nyaris tidak tergantikan. Sempat kesulitan pada awal kedatangannya dari Chelsea, pemain asal Jerman itu kini menjelma sebagai andalan utama di lini depan asuhan Mikel Arteta berkat etos kerja tinggi dan kontribusi golnya di laga-laga penting.
Baru-baru ini, Havertz membeberkan deretan pemain yang menjadi idolanya saat tumbuh dewasa dalam sesi tanya jawab dengan suporter Arsenal di platform Reddit.
Idolakan Mesut Ozil dan Legenda Sepak Bola Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Havertz menyebutkan beberapa nama besar yang menginspirasinya, termasuk mantan gelandang kreatif Arsenal, Mesut Ozil.
"Sejujurnya, saya sering menonton Lionel Messi, meski gaya bermain kami tidak mirip sama sekali. Saya juga menyukai Samuel Eto'o, Ronaldinho, Thierry Henry, dan Mesut Ozil," ungkap Havertz.
Sebagai sesama pemain Jerman, nama Ozil tentu punya tempat spesial bagi Havertz. Ia yang berusia 11 tahun saat Piala Dunia 2010 tentu menyaksikan betul masa kejayaan Ozil di level tertinggi.
Kontras dengan Standar Disiplin Arteta
Meski memiliki kesamaan dalam hal pemahaman ruang di lapangan, perjalanan karier Ozil dan Havertz di Arsenal sangat berbeda di bawah kepemimpinan Arteta.
Di awal masa jabatannya, Arteta secara tegas menepikan Ozil demi membangun standar kedisiplinan dan etos kerja baru di ruang ganti. Keputusan tersebut justru menjadi fondasi bagi Arteta untuk membentuk pemain seperti Havertz, yang kini dikenal punya determinasi tinggi dan rajin membantu pertahanan—hal yang dulu sering dikritik dari sosok Ozil.