Kasus 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan yang menjerat Manchester City terus menjadi perhatian utama di Premier League. Jika City terbukti bersalah, sanksi berat mengintai mereka—mulai dari pengurangan poin, denda finansial, larangan transfer, hingga pencabutan gelar juara secara retrospektif.
Sebagai pesaing terdekat City dalam beberapa musim terakhir, Arsenal menjadi salah satu klub yang paling terdampak. Jika sanksi retrospektif dan kompensasi benar-benar diterapkan, The Gunners setidaknya memiliki delapan poin tuntutan valid yang bisa dibawa ke operator liga.
Simulasi Hitung Ulang Pertandingan
Dalam beberapa analisis simulasi sanksi ekstrem, muncul skenario hitung ulang untuk setiap laga yang dimainkan Manchester City sejak diambil alih oleh pemilik baru. Setiap pertandingan City di semua ajang—mulai dari Premier League, Liga Champions, hingga piala domestik—diandaikan kalah otomatis 0-3.
Metode ini mencoba membedah perubahan poin, selisih gol, dan pergeseran posisi klasemen akhir secara terperinci di setiap musim. Walaupun penerapannya secara menyeluruh tergolong sangat rumit bagi Premier League, opsi tuntutan dari klub rival seperti Arsenal tetap terbuka lebar.
Langkah ini tidak hanya berdampak pada status juara di masa lalu, tetapi juga klaim ganti rugi finansial akibat kehilangan potensi pendapatan.
Jika skenario peninjauan ini diakui secara resmi, Arsenal berhak meminta penyesuaian klaim gelar yang hilang sekaligus kompensasi finansial atas dampak materiil yang mereka alami selama bersaing di papan atas.