Peran Eberechi Eze di skuad Arsenal mengalami pergeseran yang cukup mencolok pada musim ini. Gelandang serang Timnas Inggris tersebut sebelumnya lebih sering diandalkan di area sentral pada musim pertamanya di bawah asuhan Mikel Arteta.

Namun, situasi tim memaksa adanya perubahan. Kepergian beberapa pemain depan membuat Eze harus digeser ke posisi sayap kiri untuk melapisi Christos Tzolis. Keputusan ini sempat memicu perdebatan di kalangan suporter yang menilai Eze lebih efektif saat bermain sebagai gelandang serang tengah.

Penjelasan Mikel Arteta

Menanggapi perdebatan tersebut, Arteta menegaskan bahwa posisi di sisi kiri bukanlah hal asing bagi Eze. Berdasarkan catatan kariernya, manajer asal Spanyol itu meyakini sang pemain justru sangat nyaman beroperasi di area tersebut.

"Ia selalu bermain di posisi itu sepanjang kariernya. Di situlah momen-momen terbesar dalam kariernya tercipta, dan saya pikir ia merasa sangat nyaman di sana," ujar Arteta kepada laman resmi klub.

Meski demikian, performa Eze di pos baru ini masih naik turun. Setelah tampil menjanjikan saat melawan Aston Villa, kontribusinya dinilai menurun dalam laga kontra Napoli dan Ipswich Town. Tantangan kini ada di tangan Eze untuk segera beradaptasi dan membuktikan kapasitasnya secara konsisten agar tidak kehilangan tempat di tim utama Arsenal.